Print this Page

Tata Tertib

TATA TERTIB PESERTA DIDIK

SMK WALISONGO 2 GEMPOL

TAHUN PELAJARAN 2016 / 2017

========================================

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

 

Dalam tata tertib Peserta didik SMK Walisongo 2 Gempol tahun pelajaran 2016/2017 yang dimaksud dengan :

  1. Tata tertib Peserta didik SMK Walisongo 2 Gempol adalah ketentuan-ketentuan yang mengatur tata kehidupan peserta didik selama menjadi peserta didik SMK Walisongo 2 Gempol
  2. Peserta didik SMK Walisongo 2 Gempol adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia di SMK Walisongo 2 Gempol
  3. Proses Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik, peserta didik dengan peserta didik lain dan dengan sumber belajar pada lingkungan belajar SMK Walisongo 2 Gempol dalam rangka membangun sebuah pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang baik.
  4. Pelanggaran tata tertib adalah setiap ucapan, perbuatan dan atau sikap peserta didik yang bertentangan dengan tata tertib sekolah
  5. Sanksi adalah tindakan edukatif yang dikenakan terhadap peserta didik yang melakukan pelanggaran tata tertib
  6. Penghargaan adalah sesuatu yang diberikan pihak sekolah kepada peserta didik yang memiliki prestasi sesuai dengan ketentuan sekolah.

 

BAB II

MAKSUD DAN TUJUAN TATA TERTIB PESERTA DIDIK

Pasal 2

  1. Maksud tata tertib peserta didik adalah memberikan pedoman dalam pembinaan disiplin dan kepribadian peserta didik
  2. Tujuan tata tertib peserta didik adalah mengatur dan memperlancar usaha pembinaan peserta didik  dalam  bersikap  dan  berprilaku  sehari-hari baik di dalam maupun di luar sekolah

 

BAB III

HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA DIDIK

Pasal 3

Hak Peserta Didik

 

Setiap peserta didik SMK Walisongo 2 Gempol mempunyai hak-hak sebagai berikut :

  1. Menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk menuntut dan mengkajiilmu sesuai dengan norma susila yang berlaku dalam lingkungan SMK Walisongo2 Gempol
  2. Memperoleh pengajaran sebaik-baiknya dan layanan bidang akademik sesuai dengan Kompetensi Keahlian yang dipilih.
  3. Memanfaatkan fasilitas sekolah dalam rangka memperlancar proses belajar dengan rasa tanggung jawab.
  4. Mendapat bimbingan dari Pendidik yang bertanggung jawab atas Kompetensi Keahlian yang diikuti dalam penyelesaian belajarnya
  5. Memperoleh layanan informasi yang berkaitan dengan Kompetensi Keahlian yang diikuti serta hasil belajarnya.
  6. Ikut serta dalam kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah ( OSIS ) SMK Walisongo 2 Gempol
  7. Memperoleh pelayanan bimbingan konseling dalam mengatasi kesulitan Belajar, pribadi sosial, dan karir sehingga mengaktualisasikan diri sesuai dengan perkembangannya dari guru BP/BK
  8. Mengajukan perbaikan nilai apabila penilaian akademik dan non akademik yang diberikan tidak sesuai dengan kebenaran data-data yang akurat.

 

Pasal 4

Kewajiban Peserta Didik

 

Setiap peserta didik SMK Walisongo 2 Gempol berkewajiban :

  1. Memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila serta mentaati semua ketentuan hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia
  2. Menjalankan agama yang diikuti dengan sebaik-baiknya
  3. Mentaati Peraturan / Tata Tertib Sekolah
  4. Hormat dan patuh kepada Kepala Sekolah, Guru dan Karyawan Sekolah
  5. Melunasi uang sekolah ( SPP ) paling lambat tanggal 10 (sepuluh) setiap bulan, bagi yang tidak membayar tepat waktu harus menghadirkan orang tua/wali ke sekolah.
  6. Ikut bertanggung jawab atas kebersihan, ketertiban kelas, dan kelancaran jalannya kegiatan pembelajaran
  7. Memelihara barang-barang inventaris kelas/sekolah, menjaga keutuhannya dan tidak merusaknya
  8. Mengembalikan barang-barang pinjaman pada waktu yang ditetapkan.
  9. Ikut membantu terciptanya keamanan, keindahan dan kelestarian lingkungan sekolah serta menumbuhkan serta memelihara rasa kekeluargaan.
  10. Megikuti segala kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah, seperti Upacara Bendera setiap tanggal 1 dan tanggal 17 , upacara hari-hari Besar Nasional, Ekstra Kurikuler, dll.
  11. Menjaga barang-barang pribadi dengan sebaik-baiknya. (kehilangan atas barang pribadi menjadi tanggung jawab peserta didik yang bersangkutan).
  12. Mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh sekolah, sesuai perintah Agama Islam yang berhaluan Ahlus Sunnah
  13. Memilki, membawa dan menggunakan Kartu Pelajar dengan semestinya.
  14. Mendukung dan aktif mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh pengurus OSIS.

 

BAB IV

MASUK DAN PULANG SEKOLAH

Pasal 5

Masuk Sekolah

 

Dalam hal masuk sekolah diatur sebagai berikut :

  1. Peserta didik tidak diperkenankan membawa sepeda motor atau mobil ke dalam lingkungan sekolah
  2. Semua peserta didik harus hadir di sekolah tepat waktu ( diusahakan 10 menit sebelum bel berbunyi ) siswa sudah memasuki halaman sekolah atau sudah siap di dalam ruang belajar.
  3. Kegiatan Pembelajaran diawal dengan berdoa dan menyanyikan lagu indonesia raya secara bersama-sama
  4. Setiap pergantian pelajaran harus diawali dan diakhiri dengan salam.
  5. Sebelum berdo’a mengawali pelajaran, setiap pergantian pelajaran dan selesai berdo’a mengakhiri pelajaran semua peserta didik harus memeriksa kerapian pakaian secara bersama-sama dipimpin oleh ketua kelas dan diperiksa oleh guru mata pelajaran.
  6. Peserta didik tidak boleh meninggalkan kegiatan pembelajaran sebelum mendapat ijin dari Guru Pengajar atau Guru Piket.
  7. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung dan pada pergantian pelajaran, peserta didik tetap berada di dalam kelas.
  8. Pada jam istirahat peserta didik tidak diperkenankan keluar dari lingkungan sekolah
  9. Peserta didik harus mengikuti kegiatan pembelajaran minimal 95 % dari hari efektif kegiatan pembelajaran sebagaimana tercantum pada kalender pendidikan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan atau 99 % setiap mata pelajaran.
  10. Pada waktu kegiatan pembelajaran peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan tugas mata pelajaran lain.

 

 

Pasal 6

Keterlambatan

 

  1. Peserta didik dinyatakan terlambat jika bel tanda masuk sekolah telah berbunyi, sedangkan siswa masih berada diluar halaman sekolah.
  2. Peserta Didik yang terlambat 1 menit s/d 4 menit dipersilahkan masuk sekolah.
  3. Peserta Didik yang terlambat 5 menit s/d 14 menit dipersilahkan masuk sekolah, akan tetapi membuat komitmen untuk datang sekolah tepat waktu terlebih dahulu.
  4. Peserta Didik yang terlambat 15 menit s/d seterusnya, didata nama dan kelasnya, kemudian dipulangkan
  5. Peserta Didik yang terlambat 15 menit s/d seterusnya, berulang 2 kali atau lebih, orang tua diundang / dipanggil kesekolah.

 

Pasal 7

Ijin

  1. Peserta didik yang tidak masuk dengan ijin langsung kesekolah harus meminta ijin langsung kepada Waka Kesiswaan / Kordinator piket / Guru BK, dan Sekolah akan memberikan surat ijin kepada yang bersangkutan
  2. Peserta didik yang sedang mengikuti kegiatan organisasi diluar sekolah, harus mengirim surat izin resmi kesekolah dan yang mengizinkan harus atas nama organisasi tersebut.
  3. Surat ijin dari orang tua dianggap pemberitahuan dan berlaku bila diketahui oleh Ketua RT/RW setempat ( dibuktikan dengan adanya stempel RT/RW disurat izin ), apabila tidak diketahui oleh Ketua RT/RW setempat peserta didik tersebut dianggap absen / tidak masuk tanpa keterangan (Alpa). Atau surat izin dari orang tua dianggap sah dan berlaku kalau disertai foto copy kartu tanda penduduk (KTP) orang tua yang masih berlaku
  4. Peserta didik yang ijin pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung dan mendapat ijin dari Waka Kesiswaan / Kordinator piket / Guru BK, dianggap masuk.
  5. Apabila disebaban oleh sesuatu hal, maka surat izin bisa diserahkan pada hari berikutnya, dengan catatan memberi tahu terlebih dahulu melalui via telepon

 

Pasal 8

Sakit

  1. Peserta didik yang tidak masuk karena sakit harus dengan Surat Keterangan Dokter, Jika tidak ada, harus ada Surat keterangan sakit yang ditandatangani oleh orang tua/ wali dan diketahui oleh Ketua RT setempat ( dibuktikan dengan adanya stempel RT/RW disurat izin ), yang menyatakan bahwa peserta didik tersebut sakit dan hanya berlaku untuk 1 hari.
  2. Surat Keterangan sakit dari orang tua yang tidak diketahui oleh Ketua RT setempat peserta didik tersebut dianggap absen / tidak masuk tanpa keterangan (A)
  3. Peserta didik yang sakit lebih dari 2 hari, harus melampirkan surat keterangan sakit dari pihak kesehatan
  4. Peserta didik yang tidak masuk tanpa keterangan (A) dan ternyata sakit dan dibuktikan dengan Surat Keterangan sakit dari Dokter atau RT/RW setempat, keterangan Pendidik/Tenaga Kependidikan yang mengetahui bahwa yang bersangkutan sakit, maka peserta didik tersebut dinyatakan tidak hadir karena sakit
  5. Peserta didik yang tidak masuk karena sakit dan terbukti tidak sakit, maka dianggap tidak masuk tanpa keterangan (A).
  6. Apabila disebaban oleh sesuatu hal, maka surat izin bisa diserahkan pada hari berikutnya, dengan catatan memberi tahu terlebih dahulu melalui via telepon

 

 

Pasal 9

Pulang Sekolah

  1. Waktu meninggalkan kelas, meja kursi harus tertata rapi dan bersih
  2. Peserta didik tidak diperkenankan pulang sekolah sebelum waktunya, kecuali ada surat izin dari guru piket / guru BK.
  3. Peserta didik harus segera pulang ke rumah masing-masing, dan tidak diperkenankan duduk-duduk berkelompok di tepi jalan dan atau di tempat-tempat tertentu.

 

Pasal 10

Alpa / Tidak Masuk Tanpa Keterangan

  1. Peserta didik yang tidak masuk tanpa keterangan dianggap alpa / A
  2. Peserta didik yang membolos pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung dianggap alpa/A
  3. Peserta didik yang tidak masuk tanpa keterangan (Alpa) 1 kali dalam satu semester, akan dipanggil oleh guru BK / Walas untuk diberi bimbingan dan pengarahan.
  4. Peserta didik yang tidak masuk tanpa keterangan (Alpa) 2 kali dalam satu semester, akan dipanggil oleh guru BK dan Walas untuk diberi bimbingan dan pengarahan, juga mengisi form komitmen untu tidak bolos sekolah lagi
  5. Peserta didik yang tidak masuk tanpa keterangan (Alpa) 3 kali dalam satu semester, maka orang tua akan diundang/didatangkan kesekolah dan tidak boleh diwakilkan ( kecuali ada surat kuasa untuk penunjukkan perwakilan dari yang bersangkutan )
  6. Peserta didik yang tidak masuk tanpa keterangan (Alpa) 4 kali dalam satu semester, akan di home visite

 

BAB V

KETERTIBAN, KEBERSIHAN DAN KEINDAHAN SEKOLAH

Pasal 11

  1. Semua Peserta didik wajib ikut berpartisipasi memelihara ketertiban, keamanan, kebersihan dan keindahan sekolah.
  2. Semua peserta didik dilarang membuat keributan dalam kelas hingga mengganggu kelas yang lain.
  3. Semua peserta didik dilarang membuang sampah sembarangan, menulis atau mengotori meja kursi, tembok kelas, WC dan tempat lain dalam lingkungan sekolah dengan spidol, tip ex, cat/pilox dan alat lainnya.
  4. Semua peseta didik dilarang merusak kelengkapan kelas, hiasan dan sarana prasarana sekolah.
  5. Sebelum dan setelah kegiatan pembelajaran peserta didik wajib membersihkan kelasnya sesuai dengan jadwal piket masing-masing, mengembalikan alat-alat praktik ke tempatnya dan melaporkan kepada guru atau instruktur apabila ada barang-barang yang ketinggalan
  6. Semua peserta didik dilarang menempelkan gambar di dinding, jendela atau pintu kelas yang tidak bermanfaat dan tidak ada hubungannya dengan kegiatan pembelajaran
  7. Semua peserta didik wajib menjaga dan memelihara peralatan dan sarana prasarana kelas, laboratorium dan peralatan praktik.
  8. Kerusakan atau kehilangan peralatan atau sarana pembelajaran baik teori atau praktik yang dilakukan oleh peserta didik, wajib diganti oleh peserta didik yang bersangkutan
  9. Semua peserta didik dilarang duduk-duduk di atas sepeda motor atau berada di tempat parkir selama kegiatan pembelajaran berlangsung dan atau pada waktu istirahat,

 

BAB VI

TATA KRAMA

Pasal12

Pakaian Seragam Sekolah

 

Peserta didik wajib memakai seragam sekolah lengkap sesuai ketentuan yang berlaku

  1. Senin – Selasa : Putih Abu-abu, sepatu hitam, sabuk hitam berlogo SMK Walisongo 2 Gempol dan kaos kaki putih, Bagi yang berjilbab, jilbab berwarna putih. (Peserta didik harus bertopi pada saat upacara).
  2. Rabu – Kamis : Batik khas Yayasan LPM Walisongo -Abu-abu , sepatu hitam, sabuk hitam berlogo SMK Walisongo 2 Gempol, dan kaos kaki hitam, Bagi yang berjilbab, jilbab berwarna putih
  3. Jum’at – Sabtu : Pramuka, Sepatu hitam, Sabuk dan Kaos kaki hitam Bagi yang berjilbab, jilbab berwarna coklat tua
  4. Seragam olahraga beridentitas sekolah, bersepatu olahraga dan hanya dipakai pada saat olah raga, kembali ke kelas mengikuti kegiatan pembelajaran menggunakan pakaian seragam sekolah.
  5. Atribut seragam lengkap dengan memakai Badge, Nama, Lokasi untuk Osis dan Khas serta tanda-tanda kepramukaan untuk pramuka.
  6. Pada waktu kegiatan pembelajaran praktik, baju praktik harus sudah dipakai mulai dari rumah sampai kembali lagi pulang dari kegiatan pembelajaran praktik.
  7. Seragam sekolah dan praktik harus terjaga kerapian dan kebersihannya
  8. Seragam sekolah dan praktik tidak boleh digambari atau dicoret-coret, apabila terdapat seragam yang digambari atau dicoret-coret akan diambil/dirampas oleh pihak sekolah, dan akan dikembalikan dengan syarat orang tua yang mengambil kesekolah
  9. Celana sekolah harus sesuai standart sekolah dan tidak boleh merubah modelnya, apabila merubah model ( diperketat/ model pensil, model komprang, dlsb) celana akan disobek dengan cara digunting dengan tujuan agar tidak dipakai lagi disekolah.

 

Pasal 13

Pakaian Mengikuti Kegiatan Sekolah

Di luarKegiatan Pembelajaran (Kegiatan OSIS atau Ekstrakurikuler )

  1. Pakaian untuk mengikuti kegiatan di sekolah di luar kegiatan pembelajaran adalah pakaian yang bebas, rapi dan sopan
  2. Selama mengikuti kegiatan di sekolah tidak diperkenankan memakai sandal,kecuali kegiatan     wudhu.
  3. Pakaian untuk peserta didikputra:
  4. Selain kegiatan olah raga harus memakai kemeja yang berkrah, dan celana yang tidak ketat
  5. Memakai sepatu dan berkaos kaki.
  6. Pakaian untuk peserta didikputri :
  7. Memakai baju muslimah,bawahan rok panjang sampai mata kaki yang longgar dan tidak  transparan.
  8. Memakai sepatu dan berkaos kaki

 

 

 

Pasal 14

Penampilan

  1. Rambut dan kuku tidak bercat.
  2. Kuku bersih dan tidak boleh panjang
  3. Rambut Peserta didik putra dipotong pendek, rapi, bagian depan tidak menyentuh alis mata, bagian belakang tidak menyentuh krah baju (berkuncir) dan tidak mekar ke atas.
  4. Rambut Peserta didik putri tertutup jilbab, sehingga tidak kelihatan atau keluar dari jilbab
  5. Tidak bertato dan bertindik.
  6. BagiPeserta didik putri,tidak menggunakan make up yang berlebihan dan diperbolehkan memakai asesoris jam tangan, bros, anting, gelang dan cincin yang tidak menyolok dan tidak bernilai tinggi.
  7. Berpenampilan menarik dan tidak acak-acakan
  8. Tidak boleh memakai topi yang bukan dari sekolah kedalam lingkunan sekolah

 

Pasal 15

Memasuki Ruang Kelas

  1. Sebelum memasuki dan selama dalam ruangan, topi harus dilepas
  2. Sebelum masuk mengetuk pintu terlebih dahulu kemudian mengucap salam dan setelah mendapat ijin, baru masuk.
  3. Menyampaikan maksud dan tujuan dengan baik dan sopan kepada pendidik / tenaga Kependidikan yang ada dalam ruang kelas

 

 

 

Pasal 16

Pelaksanaan Ibadah

 

  1. Siswa wajib mengikuti sholat dhuhur ( bagi yang masuk pagi ) dan shalat ashar ( bagi yang masuk siang ) dengan cara berjamaah atau munfarid di Mushalla sekolah dengan baik, benar dan tertib.
  2. Kelas yang terjadwal harap menyiapan segala sesuatu yang terkait dengan pelaksanaan Shalat berjamaah

 

Pasal 17

Pergaulan

  1. Peserta didik setiap bertemu dengan guru/karyawan sekolah dan teman harus sapa, salam, salim, senyum dan santun.
  2. Tidak mengambil, menyimpan atau menggunakan barang milik orang lain tanpa seizin pemiliknya.
  3. Tidak memanggil teman dengan panggilan yang jelek atau buruk
  4. Adik kelas memanggil “ Kakak ” kepada tingkat kelas di atasnya dan memanggil “ Adik ” kepada tingkat kelas di bawahnya.
  5. Bersikap hormat dan sopan kepada guru dan Karyawan Sekolah
  6. Melaksanakan tugas dan nasehat yang diberikan oleh guru dengan ikhlas, sunguh-sungguh dan tanggung jawab.

 

 

 

 

 

 

BAB VII

PELANGGARAN, SANKSI DAN PEMBINAAN

TERHADAP PELANGGARAN TATA TERTIB

Pasal 18

Pelanggaran

  1. Setiap pelanggaran yang dilakukan Peserta didik akan mendapat sanksi dan pembinaan sesuai dengan klasifikasi pelanggaran
  2. Jenis pelanggaran dan sanksi diatur sesuai dengan praturan sekolah

 

 

Pasal 19

Sanksi

  1. Sanksi diberikan kepada peserta didik yang melakukan pelanggaran Tata tertib
  2. Sanksi diberikan untuk membentuk pesera didik lebih berkarakter, bersikap disiplin dan memberikan efek jera terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik
  3. Sanksi diberikan dalam bentuk Peringatan lisan, tertulis yang disampaikan kepada orang tua ( panggilan orang tua, membuat surat pernyataan ), pembentukan disiplin, hukuman tertentu yang bersifat mendidik, skorsing dalam waktu tertentu dengan beban tugas tertentu dari sekolah, sampai dikembalikan kepada orang tua.
  4. Jenis dan bentuk sanksi akan disesuaikan dengan klasifikasi pelanggaran yang diatur oleh peraturan sekolah

 

Pasal 20

Penghargaan

Peserta didik yang memiliki prestasi akan diberikan penghargaan oleh sekolah.

  1. Jenis-jenis prestasi yang diberikan penghargaan sebagai berikut :
  2. Akademik peringkat 1 sampai 3 di tiap kelas yang diikutinya.
  3. Non akademik
  4. Olahraga /seni minimal juara tingkat Kabupaten.
  5. Aktivis Organisasi Sekolah yang banyak membantu ketertiban sekolah.
  6. Peserta didik yang berjasa bagi sekolah.
  7. Penerima penghargaan ditetapkan oleh kepala sekolah berdasarkan usulan Wali kelas/Wakasek Kesiswaan
  8. Bentuk dan besarnya penghargaan akan ditentukan sesuai dengan kebijakan kepala sekolah.

 

 

 

BAB VIII

KLASIFIKASI PELANGGARAN PESERTA DIDIK

SANKSI DAN PEMBINAAN

 

Pasal 21

Jenis Pelanggaran Ringan

 

  1. Datang terlambat mengikuti upacara.
  2. Saat upacara tidak disiplin
  3. Tidak membawa buku dan atau peralatan belajar/praktik sesuai dengan jadwal pelajaran.
  4. Tidak mengerjakan tugas sekolah.
  5. Keluar kelas tanpa
  6. Piket kelas dan tidak melakukan tugasnya.
  7. Makan/minum didalam kelas waktu pelajaran.
  8. Bermain bola, kartu didalam kelas
  9. Membuang sampah tidak ditempat sampah.
  10. Berada dan bermain ditempat parkir.
  11. Berada di Kantin / di Koperasi siswa pada jam pelajaran tanpa ijin guru pengajar
  12. Berada di Musholla, ruang UKS, Ruang Perpustakaan dan ruang–ruang lain pada jam pelajaran tanpa ijin guru pengajar.
  13. Duduk di atas meja atau di pagar sekolah.
  14. Berpakaian seragam tidak lengkap dan tidak benar.
  15. Tidak menggunakan sepatu, tali sepatu warna hitam dan kaos kaki warna hitam/putih.
  16. Memakai sepatu yang bukan semestinya, misal sepatu sandal.
  17. Memakai ikat pinggang diluar ketentuan sekolah.
  18. Memakai giwang, anting-anting, kalung, gelang dan lain-lain bagi siswa laki-laki.
  19. Berpakaian kotor, jahitan lepas/sobek, bergambar dan bertulisan.
  20. Menggunakan HP dan sejenisnya pada saat jam pelajaran.
  21. Peserta didik yang tidak masuk tanpa keterangan (Alpa) 1 – 2 kali dalam satu semester

 

Sanksi :

  1. Untuk jenis pelanggaran nomor 1 dan 2 :
    1. Terlambat lebih 5 menit akan dipanggil oleh wali kelas, untuk mendapatkan pengarahan dan pembinaan.
    2. Tidak disiplin upacara atau atribut tidak lengkap saat upacara wajib hormat bendera dan mendapatkan pengarahan dan pembinaan..
    3. Keterlambatan/pelanggaran 2 (dua) kali diberikan surat pemberitahuan ke orang tua.
    4. Keterlambatan/pelanggaran 3 (tiga) kali orang tua diundang ke sekolah.
    5. Apabila orang tua belum memenuhi undangan ke sekolah, maka siswa akan dipulangkan dan boleh masuk sekolah apabila diantar oleh orang tua.

 

  1. Untuk jenis pelanggaran nomor 3 s.d 13 :
    1. Melakukan pelanggaran 1 kali akan dipanggil guru BK atau walas untuk mendapatkan pengarahan dan pembinaan.
    2. Melakukan pelanggaran 2 kali membuat surat pernyataan yang diketahui oleh Wali Kelas / guru BK dan dilibatkan dalam kebersihan lingkungan sekolah.
    3. Melakukan pelanggaran 3 kali orang tua diundang ke sekolah.

 

  1. Untuk jenis pelanggaran No. 13, dan 19
    1. Melakukan pelanggaran 1 kali , wajib melepas sepatu, kaus kaki, ikat pinggang maupun sandal, disita dan mendapatkan pengarahan dan pembinaan oleh guru BK / atau Walas
    2. Melakukan pelanggaran 2 kali , wajib melepas sepatu, kaus kaki, ikat pinggang maupun sandal, disita dan mendapatkan pengarahan dan pembinaan oleh guru BK / atau Walas juga membuat pernyataan.
    3. Melakukan pelanggaran 3 kali orang tua diundang ke sekolah.

 

  1. Untuk jenis pelanggaran nomor 20 – 21:
    1. Melakukan pelanggaran 1 kali disita oleh guru dan hanya bisa diambil oleh orang tua/wali siswa, kerusakan dan kehilangan barang- barang tersebut bukan tanggung jawab sekolah .
    2. Melakukan pelanggaran 2 kali barang disita oleh guru atau petugas sekolah, dapat diambil orang tua/wali dan membuat surat pernyataan yang diketahui oleh Wali Kelas / BP / Ka Komli / Kesiswaan / Kepala Sekolah.
    3. Melakukan pelanggaran 3 kali orang tua diundang ke sekolah, oraang tua membuat pernyataan didepan Kepala Sekolah.
    4. Melakukan pelanggaran 4 kali diserahkan kepada orang tua selama 1 hari, dengan beban tugas tertentu dari sekolah, presensi dianggap alpa dan dapat masuk kembali bersama orang tuanya.
    5. Melakukan pelanggaran 5 kali diserahkan kepadaorang tua selama 2 hari, dengan beban tugas tertentu dari sekolah, presensi dianggap alpa dan dapat masuk kembali bersama orang tuanya.
    6. Melakukan pelanggaran 6 kali diserahkan kepada orang tua selama 3 hari, dengan beban tugas tertentu dari sekolah, presensi dianggap alpa dan dapat masuk kembali bersama orang tuanya.
    7. Melakukan pelanggaran 7 kali diserahkan kepada orang tua selama 4 hari dan dengan beban tugas tertentu dari sekolah, presensi dianggap alpa dan dapat masuk kembali bersama orang tuanya.
    8. melakukan pelanggaran 8 kali diserahkan kepada orang tua selama 5 hari, dengan beban tugas tertentu dari sekolah, presensi dianggap alpa dan dapat masuk kembali bersama orang tuanya.
    9. Melakukan pelanggaran 9 kali diserahkan kepada orang tua selama 1 minggu, dengan beban tugas tertentu dari sekolah, presensi dianggap alpa dan dapat masuk kembali bersama orang tuanya.
    10. Melakukan pelanggaran lebih dari 9 kali dikembalikan kepada orang tuanya dan dipersilahkan mengajukan surat permohonan keluar/pindah sekolah.

 

Pasal 22

Jenis Pelanggaran Sedang

  1. Terlambat membayar keuangan sekolah, tanpa memberikan keterangan sebelumnya.
  2. Membuat surat ijin/informasi palsu.
  3. Membolos, keluar meninggalkan sekolah tanpa ijin.
  4. Melindungi teman yang salah.
  5. Menerobos / melompat pagar / jendela.
  6. Tidak mengikuti upacara bendera tanpa ijin.
  7. Menggangu/mengacau kelas sendiri dan kelas lain (termasuk perayaan ulang tahun di dalam maupun diluar kelas dalam lingkungan sekolah).
  8. Rambut gondrong, tidak rapi dan menggunakan pewarna.
  9. Memakai giwang/anting-anting dan gelang tangan bagi siswa laki-laki.
  10. Berhias/memakai perhiasan berlebihan bagi siswa putri.
  11. Merokok diluar lingkungan sekolah yang masih menggunakan atribut sekolah.
  12. Membawa teman luar sekolah tanpa ijin.
  13. Tidak memperhatikan panggilan petugas sekolah.
  14. Peserta didik yang tidak masuk tanpa keterangan (Alpa) 3 – 4 kali dalam satu semester

 

 

Sanksi :

  1. Melakukan pelanggaran 1 kali dipanggil BK / Walas diberi pengarahan dan bimbingan.
  2. Melakukan pelanggaran 2 kali, dipanggil BK / Walas diberi pengarahan, bimbingan, diingatkan dan membuat surat pernyataan ditandatangani peserta didik yang bersangkutan, guru BK, dan Wali Kelas.
  3. Melakukan pelanggaran 3 kali, dipanggil BK / Walas diberi pengarahan, bimbingan, diingatkan dan membuat surat pernyataan ditandatangani peserta didik yang bersangkutan, guru BK, Wali Kelas dan orang tua didatangkan kesekolah
  4. Melakukan pelanggaran 4 kali diserahkan kepada orang tua selama 1 hari , dengan beban tugas tertentu dari sekolah dan dapat masuk kembali bersama orang tua.
  5. Melakukan pelanggaran 5 kali diserahkan kepada orang tua selama 2 hari dengan beban tugas tertentu dari sekolah dan dapat masuk kembali bersama orang tua.
  6. Melakukan pelanggaran 6 kali diserahkan kepada orang tua selama 3 hari dengan beban tugas tertentu dari sekolah dan dapat masuk kembali bersama orang tua.
  7. Melakukan pelanggaran 7 kali diserahkan kepada orang tua selama 1 minggu dengan beban tugas tertentu dari sekolah dan dapat masuk kembali besama orang tua.
  8. Melakukan pelanggaran lebih dari 8 kali dikembalikan kepada orang tua dan dipersilahkan mengajukan permohonan keluar/pindah sekolah.

 

Pasal 23

Jenis Pelanggaran Berat

 

  1. Terbukti memalsu tanda tangan Kepala Sekolah / Wali Kelas / Guru / Petugas Sekolah.
  2. Memiliki, Membawa, mengedarkan dan mengkonsumsi minum-minuman keras, obat terlarang dan sejenisnya ( narkoba )
  3. Menyebabkan terjadinya perkelahian baik oleh dirinya sendiri maupun oleh orang lain.
  4. Merusak sarana dan prasarana sekolah yang berakibat langsung terhadap kelancaran proses belajar mengajar dan mekanisme lembaga.
  5. Membawa atau menyebarkan selebaran, bacaan, film porno, CD porno dan atau media lainnya yang tidak dibutuhkan dalam proses pembelajaran dan bertentangan dengan norma kesusilaan, nilai budaya masyarakat, agama dan Pancasila.
  6. Melakukan tindakan kejahatan dan ancaman (mencuri, mentarget dan sejenisnya).
  7. Membawa senjata api/tajam dan sejenisnya yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain di lingkungan sekolah.
  8. Terbukti memalsukan dan atau mengubah dokumen resmi (Ijazah, Raport, Nun dan sejenisnya).
  9. Mengikuti organisasi terlarang.
  10. Melakukan tindakan yang menggangu ketertiban umum dan mengancam jiwa orang lain (kebut-kebutan, trek-trekan dan sejenisnya di lingkungan sekolah).
  11. Terlibat atau melakukan langsung kasus asusila dan perjudian.
  12. Berbuat, bersikap tidak sopan dan berkata yang dapat menjatuhkan martabat Kepala Sekolah, guru dan karyawan SMK Walisongo 2 Gempol.
  13. Melakukan pernikahan selama berstatus menjadi Peserta didik SMK Walisongo 2 Gempol
  14. Hamil di luar nikah.

 

Sanksi :Dikembalikan kepada orang tua / wali Peserta didik dan atau kebijakan Kepala Sekolah

 

Pasal 24

Pembinaan Peserta didik

  1. Jenis Pelanggaran Ringan , pembinaan secara lisan berupa teguran atau nasehat oleh guru BK dan Walas, sesuai dengan ketentuan pada pasal 21
  2. Jenis Pelanggaran Sedang , pembinaan dilakukan oleh Wali kelas, Guru BP/BK, Ka Komli dan Wakasek Kesiswaan dengan sanksi sesuai dengan ketentuan pada pasal 22
  3. Jenis Pelanggaran Berat, pembinaan oleh Kepala Sekolah yang didahului dengan konferensi kasus besama wali kelas, guru BP/BK, Ka Komli dan semua Wakasek dengan sanksi sesuai dengan ketentuan pada pasal 23

 

BAB IX

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 25

 

  1. Hal hal yang belum tercatum dalam tata tertib ini akan diatur secara khusus melalui keputusan Kepala Sekolah.
  2. Peraturan Tata Tertib ini dibuat untuk dipahami,dihayati dan dilaksanakan dengan penuh tang gung jawab dan kesadaran untuk kepentingan bersama dalam mencapai tujuan pendidikan..
  3. Peraturan Tata Tertib ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan apabila terdapat kekeliruan dalam tata tertib ini akan dibetulkan sebagaimana mestinya

Permanent link to this article: http://smkwalisongo2.sch.id/tata-tertib